Powered by Blogger.

Young Lady

Aku ingin bicara, dengan dia yang selalu ada dalam hidup ku. Dengan dia yang ingin mendengarkan ku, dia yang bijak dan dia yang penuh dengan rasa sayang.
Aku merindukan kejujuran dalam diri ku. Yang akan membuat ku bahagia karena terlepas dari ke bohongan. Berhenti bermain dengan rasa. Melanjutkan angan dan mimpi yang sangat indah.

Katakan dan katakan semua yang ada dalam diriku.
Jujur pada apa yang ku miliki.
Sebelum ku hilang.

ENTAH APA,,,??????????
Entah apa yang ku cari?
Entah apa yang ku mau?

Tak tau dimana dan tak tau siapa?
Aku akan pulang saat aku bisa memberinya kebahagiaan. Di saat air mata berganti dengan senyuman. Akan ku habiskan waktu bersama.

BIAR TAK PERNAH LAGI KU RASAKAN SENDIRI.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Terlalu banyak yang ingin ku katakan, tapi entah bagaimana cara untuk memulai. Andai ada yang bisa mengerti akan hal tentang ku. Aku ingin itu adalah kamu. Aku ingin berjalan bersama mu, layaknya seorang sahabat yang selalu bersama. Tertawa dan menangis bersama. Menikmati setiap perjalanan yang kita lalu. Tanpa harus ada kecanggungan di antara kita lagi. Menjadikan hidup ini mudah tanpa ada beban. Bersama tanpa ada akhir.
Disini kita bertemu dan aku tak ingin ada perpisahan sini. Aku ingin berkata, aku dan kamu adalah satu. Dan tak akan pernah berseberangan karena alasan apapun itu.
Aku bukan kamu dan kamu bukan aku tapi aku dan kamu rasa yang satu. Ini jalan kita bukan jalan mereka. Ini pilihan kita bukan urusan mereka. Ini kita tanpa dia.
Jangan bertanya lagi biarkan kita berjalan. Jangan menangis lagi, waktunya kita menatap dunia. Jangan biarkan air mata membuat semua nya terlihat buram.
Aku merindukan kisah kita yang dulu. Bukankah kau juga bilang seperti itu?
Aku percaya ada begitu banyak kebaikan yang menanti kita.

Awal tanpa kehadiran dia,,,,.^^
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pagi itu langit nampak mendung, ku langkah kan kaki ku menuju ke arah nya. Wajah itu terlihat sangat ramah dan penuh kasih. Senyum yang sangat tulus terukir di bibir nya. Langkah kaki ku pun semakin cepat, tak sabar ingin memeluk sosok yang selalu ku rindu kan.
Aku begitu bahagia dalam pelukan kan mama.
Mama semakin kurus, pipinya cekung, tapi sorot mata nya begitu kuat dan optimis.
Air mata menetes di pipi, dengan rasa bersalah yang begitu besar. Aku tak mampu membalas semua yang sudah mama lakukan untuk ku.
Mama bekerja tanpa kenal lelah, mengumpulkan setiap rupiah yang dia hasilkan dan semua itu untuk ku.
Tak sekalipun, ku dapati mama mengunakan rupiah yang dia punya untuk dirinya. Baju yang dia kenakan tak ada yang baru.
Mama menjalani hidup dengan sangat sederhana di kampung. Memasak menggunakan kayu bakar sedangkan atap rumah sudah sangat rapuh sehingga saat hujan harus siap kehujanan dan saat matahari terik juga harus siap kepanasan.
Tak sekalipun mama mengeluh dengan kondisi seperti itu.
Sedangkan aku,?
Semua kebutuhan dan keinginan ku, mama penuhi.
Tapi tak ada yang pernah aku lalukan untuk mama.
Aku ingin mama bahagia.
Aku ingin mama tinggal di tempat yang layak. Berhenti melakukan pekerjaan berat.
Mama berhak untuk bahagia karena hatinya yang sangat mulia.
Sudah cukup lama mama menjalani hidup yang penuh keterbatasan.
Tapi aku belum bisa apa-apa saat ini.
Ya ALLAH, beri aku kekuatan, kemampuan, dan jalan untuk membahagiakan mama dan papa.
Aamiin
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

Nur rahmi
View my complete profile

Categories

  • Cerpen (35)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2014 (11)
    • ▼  December (1)
      • Mungkin aku harus tertidur dan berpura-pura mati !!!
    • ►  November (3)
    • ►  September (1)
    • ►  June (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (24)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (7)
    • ►  January (5)

Total Pageviews

Translate

Follow Me

Created with by ThemeXpose