Powered by Blogger.

Young Lady

Ada yang ingin aku sampaikan !!!          
Jalan yang dulu kita lalui bersama, kini kembali aku lewati. Awalnya terasa sesak, melangkah tanpa mu. Aku cukup sedih karena tak tahu bagaimana caranya tersenyum seperti saat kita masih berjalan beriringan. Percaya pada janji mungkin itu sebuah kebodohan yang aku lakukan.

Ini hanya untuk mu yang kini selalu hadir dalam hati dan pikiran ku.
Aku belum cukup kuat untuk melepaskan semua tentang mu. Aku belum cukup kuat menahan tangis saat merindukan mu. Aku belum cukup kuat untuk berhenti menyayangi mu.
Tapi aku tak akan berkata tidak untuk melihat mu tersenyum bersama kekasih mu. Aku akan tersenyum melihatmu mampu menyayangi dengan tulus meski itu bukan aku.

Hingga rasa yang aku miliki menjadi semakin indah, memantaskan ku untuk menjadi kekasih Allah SWT dengan ketulusan dan keikhlasan menjalani hidup yang telah ditetapkan untuk hamba-Nya.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Perjalanan hidup ini semakin melelahakan, mencaci maki para penipu serta para pengkhianat yang justru menjadi pujaan rasanya sudah bosan. Manusia semakin gelap mata, berpura-pura tak mendengar dan semakin tak ada yang peduli.
Langkahku yang semakin jauh menyusuri hutan. Berharap menemukan kedamaian atau mungkin sedikit ketenangan. Dari rutinitas yang cukup menjenuhkan hingga membuat mood semakin ekstrim, ternyata membuat semakin resah dan ingin memberontak. Bagaimana tidak udara yang begitu menyegarkan berganti dengan bau hangus yang menyesakkan. Pepohonan yang harusnya tumbuh rindang, telah menjadi arang. Tak ada lagi daun yang hijau, semua sudah menjadi debu.
Manusia !!!
Apalagi yang ingin kalian lakukan ? Jauh disana kalian sibuk berdebat soal ekonomi. Untuk kepuasan pribadi kalian menipu dan membodohi. Mahluk serakah yang memuakan. Selalu dan selalu merasa  berbeda, jangankan antar bangsa, saudara pun sering kali menjadi lawan untuk kalian.
Bukankah kita semua hanya dari tanah dan kelak akan kembali menjadi tanah ?
Lalu apa lagi yang kau harapkan dari membakar hutan ?
Hutan tak mengharapkan apa-apa dari mu, tidak juga merebut kekayaan mu. Justru hutan seharusnya menjadi bagian kekayaan yang kau miliki. Udara segar dan air bersih yang berlimpah, tak juga kalian syukuri !!!
Mahluk macam apa manusia ini ? 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
            Aku biarkan angin  bertiup menyentuh kulitku , meletakkan kedua tangan ku di dada mencoba menenangkan hati yang resah dan menghilangkan kesedihan.
            Entah pada siapa aku bercerita? Aku rindu !!!
            Senyum mama tak lagi terlihat, sorot matanya mengambarkan kesedihan. Suara bapak tak pernah lagi aku dengar, apa mungkin beliau membenci ku. Rasanya ingin berteriak saat ku dapati adik ku yang terbaring lemah.
            Ampuni hamba Ya Rabb, ku mohon beri hamba kekuatan, ku mohon bukakan pintu rahmatMu. Aku ingin mereka bahagia. :’(
            Apa aku terlalu egois, hanya memikirkan kepentingan ku? Kalau benar begitu  kenapa tidak hanya aku yang di hukum?
            Sungguh aku lelah. Tolong dengarkan aku, beri aku kesempatan.

            
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

Nur rahmi
View my complete profile

Categories

  • Cerpen (35)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2014 (11)
    • ▼  December (1)
      • Mungkin aku harus tertidur dan berpura-pura mati !!!
    • ►  November (3)
    • ►  September (1)
    • ►  June (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (24)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (7)
    • ►  January (5)

Total Pageviews

Translate

Follow Me

Created with by ThemeXpose