Powered by Blogger.

Young Lady

Tanpa ku sadari pipi ku basah, membaca tulisan kakak perempuanku. Tulisan yang membuat rasa rindu ku memuncak pada kakak pertama yang sangat istimewa untuk ku. Kakak yang sering kali memarahi ku saat aku sedang menangis, kakak yang selalu meminta ku untuk lebih dewasa dan kuat, kakak yang begitu penyayang namun sangat angkuh. 

Aku merindukan nya... Sangat merindukan nya.
Aku tahu dia lelah, tapi dia terlalu sombong.
Aku tau dia rindu, tapi dia ragu untuk menyampaikannya.

Aku ingat saat dia memeluk ku, saat itu dia menangis tapi suaranya tak terdengar. 
Abdul Kahar Wahid, nama yang bagus, engkau adalah idola ku. Dengan wajahmu yang tampan, kulitmu yang putih, gigi yang tersusun rapi dan mata mu yang selalu penuh dengan ketegasan aku selalu bangga menyebut mu sebagai kakak ku. Aku selalu ingin memperkenalkan mu pada semua orang kalau kamu iitu kakak ku. 

Aku ingin kau ada di sini, memeluk ku dengan senyum terbaik mu. 

Pulanglah idola terbaikku...
Semua merindukan mu...


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Nama Marli Suarti, Finarsih Sane, Widyarni, Wahyuni Umar, Munira, Sitti Ramawati dan Ni Made Juni Suwandayani. Setiap kali dengar nama itu aku teringat 8 hal tentang senyum, pura-pura polos, wajah malu-malu, tertawa, kebingungan, ngantuk, ngambek, dan rindu. 
Saat ini aku sangat ingin menyapanya. Assalamualaikum, Assalamualaikum saudara perempuan ku. Terima kasih untuk semua hal yang kau berikan, semuanya akan menjadi kenangan.
Saat ini aku sedang belajar bagaimana menjadi saudara yang baik untuk mu. Setiap hal yang aku lakukan adalah bagian dari proses belajar ku. Saat aku banyak membuat mu sedih, kesepian, tidak peduli itu adalah diriku yang sedang “bodoh” dalam belajar. Dan saat aku menghadirkan sedikit tawa untukmu itu adalah peningkatan diriku dalam belajar.
Perlahan kalian masuk kedalam ruang pribadi dalam hatiku. Ruang dimana semua yang  kucintai berada.
Kenangan tiap bersama, pelukan, perhatian, curhat, dan menyelesaikan masalah bersama akan terasa berarti saat kita terpaut dengan jarak.
Untuk Marli, terimakasih sudah menjadi sahabat yang paling sabar dalam menghadapi semua hal tentang aku. Untuk Fina, terimakasih telah mengajarkan aku arti kesederhanaan. Untuk Widya, terima kasih telah memberikanku kesempatan. Untuk Ayu, terimakasih telah menjadi sahabat yang selalu mengerti dan tak pernah bosan mengingatkan ku. Untuk Munira, terimakasih untuk setiap perhatiaan sederhana yang berharga. Untuk Amma, terimakasih dengan cinta tanpa batas. Dan untuk Juni, terimakasih telah mengajarkanku untuk lebih dewasa.
Tempat berkesan, kampus UNM di Jln Hasdin tempat awal mengenal kalian walaupun masih sangat buram.
Kos yang mendapat julukan kos pertamina di Kompleks Pemda, yang menjadi kos pertama untukku, terimakasih telah menjadi jendela yang membuat kami semakin sering bersama.
Terimakasih juga untuk Antropologi yang selalu punya masalah dan punya kegiatan sehingga kami semakin dekat dan akrab.
Terimakasih juga untuk blogger dan facebook yang telah memuat foto dan tulisan tentang kami.
Terimakasih untuk KFC yang telah membuatku tertawa sama fina dan menyadarkan kami kalau KFC itu tempat makan bukan tempat foto-foto. Dan telah menyediakan tempat duduk yang cukup nyaman sehingga aku dan Widya bisa berlama-lama duduk dengan orang spesial untuknya.
Dan terimakasih untuk XXI yang menjadi tempat tujuan pertama kali aku, Marli, Munira, dan Amma jalan bersama dan menjadi tempat kami bisa foto bersama.
Terimakasih untuk kos biru yang menjadi tempat paling nyaman buat ngumpul.
Terimakasih untuk hampir semua penjual bakso dekat kampus UNM Gunung Sari telah menyediakan makan kesukaanku sehingga kami sering makan bareng sampai kepedisan dan pastinya kekenyangan.
Dan terimakasih untuk untuk hampir semua minimarket yang menyediakan es cream coklat kesayangan ku sehingga kami bisa beli es cream bareng.
Dan terimakasih untuk kosanku yang cukup sempit sehingga membuat kami harus berdempet kepanasan.
Dan terimakasih untuk motor hitamnya Widya yang membuat kami harus bekerja sama untuk menjalankannya dan senang tiasa menahan berat badanku dan mengantarkan kami kemana-mana.
Terimakasih untuk waktu yang selalu ada untuk kami dan telah memberi kami pelajaran di setiap detik.
Terimakasih untuk telkomsel yang mempermuda komunikasi kami setiap saat. Pokoknya makasih buat semua hal yang belum sempat aku sebut.






Sedikit pesan, buat Marli tampil lebih percaya diri sayang jangan terlalu pemalu apalagi sama keluarga sendiri. Buat Fina aku sayang kamu, jangan perna berubah yah. Buat Widya jangan cepat emosi dong sayang. Buat Ayu sayang, tegur aku yah kalo aku salah. Buat Munira, aku rindu :’( . Buat Amma, waktunya untuk lebih dewasa. Dan buat Juni jangan terlalu penakut dong sayang J

I LOVE YOU BEST FRIEND. . .
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Aku bukan malaikat yang selalu benar dalam berbuat. Aku hanya manusia biasa yang ingin bahagia. Aku yang senang bermimpi dan terus berharap setiap waktu. Biarkan aku berlari berjalan dan berhenti sesuka ku. Maafkan aku yang mengecewakan mu. Maafkan aku dengan sikap yang tak pernah jelas kepada mu. Itulah kekurangan ku yang aku sendiri pun tak suka. Yang terbaik, itulah yang ku mimpikan.
Entahlah, ini memang kesalahan ku. Dan aku sadar tak mudah membuat mu mengerti dengan sikap ku, jangan kan kau aku sendiri tak mampu untuk mengerti. Berteriak sekeras mungkin untuk mengusir rasa bersalah yang menyiksa. Aku tak pantas untuk orang sebaik diri mu.  Mungkin saat ini aku terlalu naif untuk mu.
Aku sakit dengan keadaan serba salah ini. Kesalahan yang entah bagaimana caranya untuk memperbaikinya. Apa mungkin hati ini berbohong. Tapi kenapa mata ini menangis hingga dada pun terasa sangat sesak. Rasa yang tak tertahankan. Langkah yang semakin ragu, berharap waktu berjalan dengan cepat. Sangat sepi dan semua ini membuat ku takut. Pipi yang terus menerus basah dan mata itupun semakin sembab.
Aku bermimpi untuk satu kebaikan dari mu. Aku berharap dalam setiap waktu yang aku punya agar semuanya berakhir dengan senyum tanpa penyesalan. Setiap kata yang ku ucap mungkin bukanlah kebenaran tapi aku selalu belajar untuk mengucapkan kebenaran. Dan kebenaran rasa yang aku miliki saat ini, aku merindukan mu kembali hadir untuk ku.
Tak sadar dengan keadaan ku, hingga aku juga tak sadar saat engkau melangkah pergi. Dan saat ini aku menangis tak tau harus berbuat apa lagi. Aku ingin engkau ada dan memaafkan ku. Walaupun aku tau ini adalah kesalahan.
Astagfirullah, Ya Allah jangan biarkan kan aku larut hingga terlupa. Bimbing aku dalam cinta karena Mu. Ingatkan aku dikala aku sedang lupa dan dekap aku dengan kasih sayang Mu.

Aamiin
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

Nur rahmi
View my complete profile

Categories

  • Cerpen (35)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2014 (11)
    • ▼  December (1)
      • Mungkin aku harus tertidur dan berpura-pura mati !!!
    • ►  November (3)
    • ►  September (1)
    • ►  June (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (24)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (7)
    • ►  January (5)

Total Pageviews

Translate

Follow Me

Created with by ThemeXpose